“Perempuan Desa itu Idiot, Munafik, Provokator, Hater Nyamar Jadi 1023…” dst….

Hahaha, saya jadi ingat kejadian tahun lalu pada masa-masa Pilpres. Saya mendukung salah satu calon kan, dan seperti biasa, saya pun menuliskan tentang dukungan saya itu. Dan beberapa menit setelah tulisan itu saya post, wah saya dibully habis-habisan oleh pendukung calon yang satunya. Tulisan itu sampai masuk TA di Kompasiana. Terus saya posting di akun FB, kena bully lagi di FB. Bahkan yang bully itu teman seperjuangan yang telah bersama-sama menghabiskan waktu bersama, hanya saja ketika Pilpres kita beda pilihan. Walau begitu, saya tidak berhenti menulis dan tidak berhenti mendukung capres pilihan saya. 😀

Jadi, dibully di media sosial sebenarnya bukan hal yang baru bagi saya. Saya dulu juga pernah dibully oleh orang Israel saat saya marah di salah satu fanpage Israel gara-gara pasukan mereka menembaki anak-anak Palestina. Ah berbagai makian yang sangat kasar juga saya dapat. So, pas saya dibully kemarin (https://instagram.com/p/6uOV9ija2k/ ) oleh 1023sejati, hahaha, rasanya biasa-biasa aja.

Paling tidak, setelah mereka menuduh saya ini itu, saya sekarang punya julukan baru loh. Perempuan desa yang idiot, munafik, abal-abal, hater yang nyamar jadi 1023,provokator, cuma koar-koar dll. Bagus kan ya? 😀

Dulu saya sempat suka sama salah satu aktris, bisa dibilang drama dia lah yang pertama kali saya tonton. Namun ketika saya mencoba mencari fanbasenya, saya sering menemukan mereka sering bully idol lain. So, perlahan-lahan saya enggan. Saya bertanya-tanya dalam hati, sekarang saya dibully oleh 1023sejati, apakah saya juga merasa enggan?

Kalau misalnya saya baru ngefans dan belum tahu Ha Ji Won seperti apa, mungkin saya akan kabur. Cuma sampai sejauh ini, belum ada satu aktris pun yang membuat saya kesengsem sampai akhirnya curhat-curhat di blog kayak gini. So, Ha Ji Won Unnie, maafkan saya yang idiot ini karena mengidolakanmu yah. Mudah-mudahan Unnie ngga keberatan punya fans yang idiot….

Saya tidak ingin membalas ataupun menjawab semua tuduhan itu, karena Sayyidina Ali berkata:

Cuman saya jadi ingat sama si Hana. Ia suka banget masuk ke komunitas dengan menggunakan nama baru, akun baru, dan memperkenalkan diri sebagai newbie. Dan ternyata dia juga dibenci hahaha. *high five* Yah, ini memang cara jitu sih ya….pinjam akun teman dan masuk ke grup…akhirnya kita bisa melihat bagaimana tirani mayoritas ke minoritas, juga tirani para senior ke junior. Well, Hana, Hang Ah, dan Raim, karena kita 1023 abal-abal, mari kita ngefans dengan cara kita sendiri. 😀

Hanya saja, mau dibully kayak apapun juga saya belum berniat berhenti menulis apa yang ingin saya tulis. Ini blog saya, IG saya, dan berbeda pendapat buat saya adalah hal yang biasa. Kepala boleh sama hitam tapi pikiran ga harus sama kan? Kalau semua orang harus samaaaa gitu pikirannya, percayalah dunia akan kacau. Contohnya nih, ada satu cewe cantik. Terus semua cowok punya pikiran yang sama, ingin menikahi cewek cantik itu. Maka pastilah mereka akan bunuh-bunuhan. Dengan pikiran yang beda-beda dan ga seragam inilah justru dunia jadi tertata.

Gapapa saya dibully or dituduh ini itu, karena dunia fangirling ini hanyalah sekedar pengisi waktu luang. Bukan hal yang pokok dalam hidup saya mah. Saya punya kesibukan lain yang jauuuuh lebih penting. Apakah karena saya dituduh idiot dan munafik oleh mereka, terus nanti di akhirat ngefek gitu? 😀

Saya akan tetap menulis di blog, karena..

statistikstatistik2

Setiap kali saya melihat statistik, ada banyak keyword yang digunakan untuk menemukan blog saya. Itu say screenshoot. Artinya, orang-orang yang membaca blog ini memang MENCARI blog saya, bukan orang-orang yang nyasar. Ada satu artikel saya lebih dari 600 pageviews, artinya artikel itu dibaca 600 kali. Walau tidak berkomentar, tapi kunjungan itu terlihat dari statistik.

Hana bilang, “Lanjut aja nulisnya, gw dulu juga dibenci kok. Gw juga dituduh ini itu kok. Padahal gw emang kaga suka shipper-shipperan.”

Hang Ah bilang, “Gw kenal yang bully kamu hahhaa, gapapa santai aja. Itu blog kamu, itu IG kamu, jadi terserah kamu mau nulis apa. “

Jadi, selama belum ada UNDANG-UNDANG yang melarang saya menulis apa yang ada di kepala saya, saya akan tetap menulis. 😀

Dan jika tidak suka tulisan saya, bisa kan angkat kaki dari blog ini dan tidak usah dibaca? Tulisan geje dari orang idiot kok dibaca. 😀