[Recap] Damo Episode 1 (Part 2)

Komandan Hwangbo mengumpulkan semua polisi yang terlibat perkelahian dan mereka berjejer di halaman. Hwangbo pun memarahi mereka karena membuat malu Biro Polisi Bagian Kiri. Beginikah kepemimpinan yang pernah mereka pelajari? Ia meminta mereka bertanggung jaawab.

z54

Polisi Baek mangatakan bahwa semua ini bukan salahnya, melainkan staf dari Biro Polisi Bagian Kanan yang lebih dulu memprovokasi.

Hwangbo mengatakan 2 staf mengalami patah lengan dan mereka pasti akan melapor ke Kemiliteran. Jika tidak ada yang mau bertanggung jawab, maka harus ada satu orang yang bertanggung jawab dan mengundurkan diri.

Polisi Baek dengan memelas mengatakan bahawa ia baru menikah tahun lalu dan punya satu orang anak. Apa yang terjadi pada keluarganya jika ia mengundurkan diri?

Lee Won Hee maju dan mengatakan ia bersedia bertanggung jawab. Ia mengaku tidak punya orang tua atau apapun sehingga tidak ada yang harus dikhawatirkan jika ia dipecat. Ia bersedia mendatangi Biro Polisi Bagian Kanan.

Gagasannya ditentang Polisi Baek. Sementara staf polisi yang lain berkata bahwa jika Lee harus dipecat dan bertanggung jawab sendiri, maka selamanya mereka akan merasa bersalah karena mereka semua terlibat dalam perkelahian itu. Polisi itu meminta, biar saja mereka semua dipecat dan ia pun berlutut dan diikuti oleh seluruh polisi yang ada di tempat tersebut.

z55

Chae Ok memandang dari jauh. Wajahnya terlihat sedih.

Melihat semua anak buahnya berlutut, Hwangbo pun mengambil keputusan. Ia yang akan bertanggung jawab atas semua ini, yang artinya biarlah ia yang akan mengundurkan diri. Namun Hwangbo mengatakan, bahwa ia tidak menyangka bahwa karirnya akan berakhir seperti ini. Selama ini ia telah bekerja keras bersama anak buahnya, brsama-sama makan dari piring dan cawan yang sama, bekerja dibawah upah yang layak demi menjaga keamanan agar rakyat bisa hidup nyaman. Ia meminta agar mereka tidak mengulangi keslahan yang sama di kemudian hari.

Para staf terlihat sangat terkejut atas keputusan Hwangbo. Lee melarang Hwangbo pergi, namun keputusannya sudah bulat.

z56 z57

Di Biro Polisi Bagian Kanan, Komandan Joh sedang berlatih pedang. Chae Ok diam-diam telah pergi ke tempat itu untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Tuan, hamba datang untuk menerima hukuman, ” kata Chae Ok.

“Aku meminta seseorang untuk bertanggung jawab, dan mereka mengirimmu ke sini?”

“Tuan, segala sesuatu yang terjadi semuanya karena hamba. Apapun hukumannya, hamba siap menanggung.”

“Akhirnya gadis yang beitu arogan, ia datang dan berlutut. Ternyata kau bisa berubah pikiran dan menjatuhkan egomu.”

Chae Ok mengakui kesalahannya dan ia bersedia dihukum mati, namun ia meminta agar Komandan Biro Polisi Bagian Kiri dan seluruh stafnya dibebaskan alias jangan dijatuhi sanksi. Chae Ok terus menerus memohon agar ia dihukum. Apapun hukumannya ia siap.

z58 z59

“Dua staf patah lengan,” terang Komandan Joh.

“Jika demikian, maka patahkanlah lengan hamba, Tuan.”

“Bagaimana bisa lengan seorang prajurit disamakan dengan lenganmu? Aku tidak tahu apakah memotong satu lenganmu cukup sebagai hukuman…”

Cha Ok tersentak dan terdiam mendengar ucapan Komandan Joh. Hal itu membuat Komandan bertanya apakah Chae Ok tidak mau dijatuhi hukuman itu?

Dengan berderai ari mata Chae Ok mengaku bersedia tangannya dipotong jika memang itu hukuman yang dijatuhkan padanya.

Chae Ok memejamkan matanya, ia mengangkat tangan kanannya…

z60

Sementara Komandan Joh bersiap menghunus pedang

Sebelum pedangnya diayunkan, aksi Komandan Joh dihentikan oleh Hwangbo yang ternyata sudah sampai di tempat itu. Ia memarahi Chae Ok.

“Siapa yang memintamu bertanggung jawab?” Hwangbo berteriak marah.

“Tuanku, ini semua terjadi karena kesalahan hamba..” Chae Ok menangis.

Hwangbo menatap Komandan Joh dengan tatapan menyelidik, “Komandan Joh, apakah pedangmu memang harus digunakan untuk hal seperti ini?”

Joh membalas, “Lalu Anda sendiri, apakah seseorang yang tidak bisa mengontrol seorang penyaji teh layak menjadi Komandan?”

z61

Keduanya perang mulut, sementara Chae Ok terus memohon agar tangannya dipotong saja untuk menyelesaikan masalah.

Hwangbo kembali memarahi Chae Ok karen tidak ada yang memintanya bertanggung jawab. Sementara Chae Ok terus memohon agar ia dihukum. Komandan Joh tampak tertarik melihat situasi itu.

“Wah, suatu adegan yang sangat menarik. Komandan Hwangbo, sepertinya gadis ini sangat berharga bagimu.”

“Dia adalah bawahanku.”

“Tapi epertinya ia lebih mirip seperti ‘pe***ur bagimu,” sindir Joh.

z62

Komandan Hwang Bo sangat marah mendengar hal itu. Ia meminta Komandan Joh menurunkan pedangnya karena Chae Ok hanyalah soerang penyaji teh. Dirinya yang akan bertanggung jawab atas semua ini.

Komandan Joh dengan sinisnya mengaku tersentuh melihat atasan-bawahan ini bertengkar dan berebut ingin bertanggung jawab, dan itu membuatnya kesal. Ia mengaku tidak tahu siapa yang harus dihukum.

z64

Setelah cukup lama bersitegang, akhirnya Komandan Gwang mengayunkan pedangnya…

z63

Darah menetes dari lengan baju Chae Ok…

z65

Tetapi, tangannya masih utuh. Komandan Joh hanya melukainya saja, tidak memotongnya. Ia meminta Hwangbo membawa Chae Ok pergi dan jangan melakukan kesalahan lagi, karena di kesalahan berikutnya, belum tentu ia akan bermurah hati mengampuni.

Malam pun turun. Komandan Hwangbo dan Chae Ok berjalan di tepi hutan. Kala itu musim semi, bunga-bunga bermekaran dan kadang jatuh tertiup aingin. Pengambilan gambarnya luar biasa bagus.

z67 z68

Chae Ok yang terluka diobati oleh Hwangbo. Lukanya terasa sakit, dan Hwangbo mengkhwatirkannya. Meskipun Chae Ok hanyalah bawahannya, namun Hwangbo selama ini menganggapnya sebagai adik perempuan. Jadi kalau Chae Ok merasa sakit, maka Hwangbo pun ikut merasakan rasa sakit itu. Mereka telah bersama-sama sejak kecil. Hwangbo meminta agar jangan sampai Chae Ok terluka lagi. Chae Ok mengangguk mengiyakan.

“Tuanku, sejak usia 7 tahun hamba sudah berada di sisi Tuan. Hamba bersedia mengabdikan hidup untuk Tuan, tetapi hamba tidak mau menjadi beban. Hamba telah bersama Tuan selama 15 tahun, dan hamba mengetahui penderitaan yang Tuan rasakan. Hamba tidak ingin melihat cita-cita Tuan berantakan karena hamba.”

z70 z69

Hwangbo menyentuh pundak Cha Ok, mengatakan bahwa ia tidak ingin melihat penderitaan Chae Ok hanya karena ia mengejar mimpinya.

Hwangbo menghapus air mata Chae Ok dan membelai wajahnya lembut. Chae Ok memakai kembali pakaiannya dan mereka melanjutkan perjalanan.

***

Siang hari, di kantor..

Hwangbo bersama Kepala Biro Polisi Bagian Kiri (untuk selanjutnya disebut Kepala Polisi saja biar mudah), yang sedang memeriksa uang palsu, dan ia menemukan perbedaannya dengan uang asli meskipun mirip. Ia meminta Hwangbo memeriksanya. Kalau hanya dilihat dengan kasat mata, mungkin akan sulit, namun jika dilihat dengan kaca pembesar, maka perbedaannya terlihat.

z71 z72

Hwangbo meminta maaf, ia ingin menyampaikan sesuatu. Namun Komandan Senior menyelanya. Ia menebak bahwa selama ini Hwangbo sudah melakukan investigasi diam-diam tentang peredaran uang palsu di Chlpae. Hwangbo heran, darimana mengetahuinya?

“Aku sudah bekerja sebagai staf militer di Biro sejak aku pulang dari luar negeri. Jangan mengabaikan insting yang dimiliki oleh pria tua ini,” katanya sambil tersenyum.

Bersama tim-nya, Hwangbo membahas tentang peredaran uang palsu dan mencari cara untuk membekuk si penjahat. Di istana muncul rumor bahwa sangat sulit untk mengambil tindakan saat ini. Apalagi persekongkolan pengedar uang palsu tidak terbatas hanya di Hansung. DI daerah selatan seperti Dong-rae, Jin-ju, Na-ju, Jeon-ju dll, bahkan di daerah utara, terdapat juga peredaran uang palsu. Ada korban yang tewas, dan sebelum semakin banyak korban yang berjatuhan, akar dari kejahatan ini harus dibasmi. Tim disebar. Begitu juga dengan Chae Ok, yang ditugaskan memeriksa di salah satu wilayah.

z74 z73

Chae Ok bersemangat melaksanakan tugasnya, dan ia berpamitan pada Hwangbo. Ia berhenti menatap Jang yang ditemani oleh seorang wanita cantik (untuk selanjutnya dia dipanggil Agasshi -nona). Chae Ok tersenyum tipis.

Hwangbo menghampiri Chae Ok, dan bertanya apakah Chae Ok akan berangkat sekarang. Chae Ok membenarkan. Namun ia juga sempat menyinggung tentang gadis di sebelah Hwangbo yang begitu cantik, dan Chae Ok merasa ia tak ada apa-apanya dibandingkan Agasshi itu. Tapi Hwangbo justru merasa tidak nyaman.

Lalu Hwangbo bertanya apakah lengannya yang terluka sudah sembuh, dan Chae Ok bilang bahwa berkat obat yang dberikan Jang, ia benar-benar sembuh sekarang. Ia pun berpamitan.

“Chae Ok, jika bertemu dengan pengedar uang palsu, apapun alasannya, jangan gegabah mengambil tindakan sendirian.”

“Baiklah, Tuan Muda…”

Hwangbo tersenyum sendiri disebut Tuan Muda, sudah lama ia tidak dipanggil demikian. Ia berkata dalam hati, meminta agar Chae Ok pulang dengan selamat. Percakapan antara Hwangbo -Chae Ok rupanya diperhatikan oleh si gadis.

***

Chae Ok memiliki fans berat (Ahn Byung Taek) yang mencarinya ke rumah. Namun Chae Ok sudah pergi. Kamarnya kosong. Ia kebingungan. Tiba-tiba ayahnya datang dan memukul kepalanya. Si ayah bilang ia tidak akan pernah mengizinkan anaknya bersama dengan gadis pelayan. Ia juga dimarahi, dianggap sebagai anak yang tidak berguna.

z75 z76

Byung Taek bilang bahwa ia tidak ingin mengikuti ujian sipil. Ia ingin mengikuti ujian militer dan menjadi polisi. Namun ayahnya malah mencubit pipinya, karena untuk di militer, seharusnya ia menurunkan berat badannya terlebih dahulu.

Taek meyakinkan ayahnya. Namun ayahnya bersikeras dan menduga bahwa ia tertatik di layanan militer semata-mata karena Chae Ok. Ayah-anak ini pun bertengkar dan terus menerus dipukui oleh ayahnya.

***

Chae Ok bekerja. Mengumpulkan uang dari wilayah itu.

Hingga tiba waktunya untuk kembali ke Biro. Ia menyeberang dengan naik perahu penumpang. Namun ketika perahu sudah hampir berangkat, datang seorang ayah yang berlari menggendong puterinya yang sakit. Ia mohon agar diberikan tempat di perahu karena kondisi puterinya sedang sakit parah.

z77 z80

Melihat hal itu, Chae Ok langsung turun dari perahu. Namun tidak cukup, karena keluarga itu ada tiga orang (ayah-ibu-anak). Akhirnya, Seong Baek bersama asistennya yang berada di perahu yang sama juga ikut turun.

z81 z82

Namun tiba-tiba, ada saudagar yang menyerobot dan langsung duduk di kursi penumpang yang kosong, padalah rencananya, kursi itu untuk keluarga si sakit. Orang-orang protes. Chae Ok marah dan menghunus pisaunya, tetapi ditahan oleh Seong Baek.

z82 z83

Orang-orang meminta si saudagar turun baik-baik. Namun si saudagar bersikeras. Ia malah meremehkan orang-orang di perahu itu. Ia sedang ada bisnis penting dan harus segera berangkat.

z84 z85

Chae Ok dan Seong Baek pun saling memberi isyarat untuk memberi pelajaran pada saudagar itu. Seong Baek berhasil membuat si saudagar berdiri, dan di saat yang sama, Chae Ok melompat menghentakkan perahu sehingga si saudagar pun tercebur ke dalam air.

z86 z88 z89

***

Sementara itu, di Biro, Hwang bo sedang berlatih pedang. Sementara Agasshi memperhatikan diam-diam. Datang beberapa staf yang melaporkan hasil penyelidikan uang palsu.

z92 z91z98

Sementara Chae Ok kembali ke daratan untuk menunggu kapal penumpang selanjutnya. Ia singgah di salah satu lapak penjual minuman, yang pemiliknya baru saja ditipu oleh pembeli (dibayar dengan uang palsu). Chae Ok meletakkan buntalan penuh uang di sebelahnya, dan terdengar bunyi gemerincing. Si Ahjuma penjual minuman bertanya apakah isi buntalan itu adalah emas? Chae Ok bilang bukan. Tampaknya, si Ahjuma tersenyum memberikan isyarat ke suatu tempat.

z93 z94

Seong Baek dan asistennya memperhatikan gerak-gerik Chae Ok dan Ahjuma.

z100z95 z96

Chae Ok sudah selesai minum, dan ingin pergi. Namun Ahjuma menahannya, dan menawarkan minuman lagi. Chae Ok menolak. Seketika, muncul seorang pria yang menjambret buntalan milik Chae Ok. Pria itu pun kabur.

z97

Chae Ok terpaku di tempatnya berdiri. [Bersambung ke Episode 2]

———-

Komentar: Love, love, love Damo so much. Saya sangat menyukai bagaimana kecerdasan Chae Ok. Ia memang hanya seorang Damo, penyaji teh yang di jaman itu dianggap kelas rendahan, tetapi ia memiliki kemampuan yang luar biasa. Ketika memeriksa mayat si menantu, kita ditunjukkan betapa brilian otaknya, mampu menarik kesimpulan hanya berdasarkan petunjuk serpihan di hidung.

Ia juga memiliki siasat jitu untuk mengungkap si pelaku dengan cara yang tidak disangka-sangka. Masalah yang awalnya terasa rumit bisa diselesaikan dengan cara yang sangat olehnya.

Drama ini diproduksi selama satu tahun penuh sebelum tayang, padahal hanya berjumlah 14 episode. Di drama sageuk sekarang, saya belum pernah menemukan adegan action yang semenarik ini. Para tokohnya melayang-layang berterbangan dan bertarung di udara. Keren banget. Di drama ini, kita melihat matahari yang bersinar cerah, daun-daun berguguran, bunga bermekaran hingga salju yang menutupi rumah-rumah. Ahhh di episode 2 kita akan melihat saat Chae Ok berlatih pedang diatas tumpukan salju.

Jika melihat interaksi mereka sejak kecil, terlihat sekali Chae Ok sangat mengidolakan  Hwangbo. Ia benar-benar perhatian dan sangat peduli. Pun ketika mereka beranjak dewasa, Chae Ok masih selalu ingin tahu, suka mengintip, dan menatap Hwangbo. Sepertinya, berada di sisi membuat Chae Ok benar-benar bahagia. Begitu juga dengan Hwangbo, yang terlihat sangat menyayangi Chae Ok. Oh ya, OST drama ini juga keren banget.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s