[Recap] Damo Episode 1 (Part 1)

Chosun City, 1692

Left Police Bureau (Kantor Polisi Bagian Kiri)

z1

Komandan Hwangbo (Lee Seo Jin), dan seniornya lainnya sedang duduk bersama, Chae Ok (Ha Ji Won) datang menyajikan teh untuk mereka. Si Komandan memuji teh buatannya yang rasanya enak. Menurutnya, daun teh memang memberikan kualitas rasa pada teh, namun yang lebih penting lagi adalah tangan yang meracik/ menyeduhnya. Ia meminta Hwangbo ikut mencobanya.

z3

Hwangbo menyeruput teh, dan setelahnya ia menatap Chae Ok dalam-dalam, tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Mereka dikejutkan dengan kedatangan Lee Won Hee, salah satu polisi . Ia melaporkan menantu dari Lee Hon So meninggal di desa Namsan. Usai menerima laporan, mengutus Chae Ok untuk turut melakukan investigasi.

z4 z5

Chae Ok dan Lee Won Hee tiba di kediaman menantu Lee Hon So yang telah meninggal dunia, dan kondisi jenazahnya ia meninggal ketika suaminya tidak ada di rumah.

“Dokter, bagaimana menurutmu?” Tanya Chae Ok. Si Autopsis hanya menggelengkan kepalanya dan memberi laporan kepada Lee Won Hee.

“Kurasa kematiannya wajar-wajar saja, namun karena aku tidak bisa membuka bajunya, aku tidak bisa mengetahui dengan akurat penyebab kematiannya.”

“Hari ini sangat panas, beruntung sekali mayatnya tidak rusak. Karena di musim panas, bau mayat sangat menyengat. Buka bajunya dan periksa dengan baik,” Lee Won Hee memberi perintah pada Chae Ok.

z6 z7

Tradisi di masa Joseon itu, hanya polisi perempuan yang boleh memeriksa tubuh mayat perempuan dengan melepas pakaiannya. Laki-laki tidak diperbolehkan. Chae Ok mulai melepas pakaian si mayat satu persatu,memeriksa dengan teliti di bagian lengan, perut dan kakinya. Ia menemukan hal yang tidak wajar. Ia bertanya apakah si menantu makan pada tengah malam sebelum ia meninggal, dan keluarganya menjawab bahwa si menantu sudah tidak makan selama dua hari.

Chae Ok melaporkan kepada Lee Won Hee temuannya. Ia menduga kematian si menantu adalah karena pembunuhan.

“Tuanku, kematiannya karena pembunuhan, namun dibuat seolah-olah ia meninggal dalam keadaan tidur, “ lapor Chae Ok.

“Dasar idiot. Orang-orang bodoh adalah mereka tidak bisa membersihkan jejaknya setelah melakukan perbuatan yang sebenarnya tidak bisa mereka lakukan. Berikan aku penjelasan yang detail,” perintah Lee Won Hee.

z8

“Hamba tidak bisa menemukan senjata yang berkaitan dengan luka-luka di tubuhnya. Hamba juga menggunakan cairan penguji namun darahnya juga tidak turun. Itu terlihat seperti kematian yang wajar, tetapi anehnya, perutnya membengkak. Padahal ia tidak makan selama 2 hari.”

“Mungkin saja dia mengandung dari laki-laki yang bukan suaminya?”

“Hamba juga curiga ia bisa saja meninggal karena komplikasi kehamilan, tetapi Tuan, wanita itu tidak sedang hamil.”

“Jika kita berpacu pada jurnal medis, dalam kasus seperti ini kita juga bisa menduga ia mati lemas (karena kekurangan oksigen).

“Ini adalah serpihan dari kertas jendela yang hamba temukan di wajahnya. Ia mati lemas karena wajahnya dibekap dengan kertas jendela basah.”

Cha Ok menyerahkan sepihan kertas jendela pada , dan ia menciumi baunya. Menurut Lee Won Hee, tidak ada yang milik si menantu yang dicuri. Tidak juga ada indikasi si pelaku mendobrak pintu untuk masuk.

Chae Ok menduga si pembunuh adalah orang dalam. Lee Won Hee bertanya apakaha ada buktinya?

“Ada bekas di lengannya yang menunjukkan bahwa si menantu ditekan kuat-kuat. Hamba menduga si pelaku menekan tangan si menantu dengan menggunakan lututnya.”

“Jika ia menekan lengannya, pasti ada bekas memar. Tapi mengapa ia menekan lengannya dan menyerang si menantu?”

“Ketika hamba memeriksa dengan menggunakan cairan penguji untuk mencari bukti, hamba menemukan hal lain di bagian bawah tubuhnya.”

“Apa itu?”

“Ada bekas-bekas tanda sperma pria. Buktinya nyaris tak terlihat, tapi hamba yakin itu.”

“Mungkin saja itu suaminya?

“Sudah seminggu lebih suaminya meninggalkan desa ini. Dan bercak dari seorang pria tidaklah membekas hingga selama itu. Ini jelas merupakan tindakan kriminal.”

“Ada berapa banyak pria di tempat ini?

“Lima belas.”

z9 z10

Lee Won Hee sepertinya kebingungan bagaimana cara mengidentifikasi si pelaku satu persatu karena jumlahnya sebanyak itu. Namun Chae Ok punya ide.

Lima belas orang budak berderet di halaman. Lee Won Hee dengan gaya bossy mengatakan bahwa ia sedang mencari pembunuh di antara mereka. Ia menyiapkan satu gentong air dan beberapa lembar kertas jendela.

Lee Won Hee memasukkan satu kertas jendela kedalam air, dan ternyata kertas yang awalnya berwarna putih merubah menjadi merah. Ia mengatakan, pelaku pembunuhan pasti paham betul hal ini. Maksudnya, si pembunuh adalah orang yang memegang kertas jendela tadi malam, dan jika tangannya dimasukkan ke dalam air pasti akan memerah juga.

Ia lantas memanggil satu pria dan memasukkan tangannya ke dalam air. Tidak ada yang berubah. Jadi bukan ia pelakunya.

Chae Ok tampak memunggungi para budak, namun matanya ternyata mengawasi mereka.

Lee Won Hee mendatangi Chae Ok, dan ia bertanya apakah cara ini efektif. Namun ternyata Chae Ok sudah bisa menduga pelakunya.

z11 z10

Menurut Chae Ok, pelakuknya adalah pria yang berada di urutan nomor dua dari kiri, terus menerus menggosokkan tangannya ke baju. Ia juga sebenarnya bukan budak yang berusia muda, dan biasanya para budak jika berjejer akan memilih berada di urutan usia yang lebih tua. Namun ia sengaja berdiri diantara budak yang paling muda. Itu ia lakukan untuk mengulur waktu dipanggil.

Keren! Jadi sebenarnya memanggil mereka untuk mencelupkan tangannya ke dalam air hanyalah jebakan belaka. Saya rasa cara itu juga tidak efektif karena bisa saja si pelaku mencuci tangannya bersih-bersih.

z13 z12

Chae Ok berkata ia akan berjaga-jaga di gerbang jika si pembunuh itu kabur, dan Lee Won Hee mendatangi si pembunuh yang tampak gugup dan salah tingkah. Ketika ditanya, ia langsung melarikan diri, namun sudah dihadang oleh Chae Ok di gerbang depan. Ia dihajar dengan menggunakan kain basah, sebagaimana yang dilakukan si pembunuh itu kepada korbannya.

z16 z17***

Lee Won Hee melaporkan hasil kerja mereka hari itu kepada Hwangbo. Jadi, si pembunuh selama ini berusaha memperkosa namun karena takut si mennatu akan membongkar hal ini, iapun nekat membunuhnya.

Hwangbo memuji kerja mereka, namun Lee Won Hee mengatakan bahwa ini semua berkat Chae Ok. Ia yang jeli dan teliti.

z18 z19

Komandan Hwangbo mengatakan bahwa itu bukanlah strategi yang bagus. Meskipun mereka bisa melakukan pengujian, namun jika si pembunuh adalah orang yang cerdas, bisa saja ia tidak akan tertipu dengan siasat mereka. Hwangbo memerintahkan agar di kemudian hari, jika ada kasus serupa sebaiknya dibawa ke markas polisi untuk diinvestigasi.

Lee Won Hee membantah, karena bagaimana mungkin mereka membawa semua orang yang dicurigai ke dalam tahanan? Mereka terlalu banyak.

z20 z21

“Seekor singa menggunakan seluruh kekuatannya walaupun hanya sekedar menagkap kelinci. Ketika mengejar pembunuh, atau sedang mengejar pencuri, seharusnya kita tidak kehilangan kewaspadaan,” jelas Hwangbo.

Lee Won Hee mengalihkan pandangannya ke arah lain.Ia sepertinya tidak setuju dengan instruksi tersebut dan mengumpat keciil.

Akhirnya Chae Ok mengakui kesalahannya, “Tuanku, hamba telah bertindak tanpa pikir panjang.”

“Aku tidak menegur ataupun memintamu untuk bertanggung jawab. Tapi, janganlah membuat keputusan gegabah. Ini adalah hukum yang harus dipatuhi oleh seorang Damo, ”ucap Hwangbo lembut.

Chae Ok mengangkat kepalanya dan menatap Hwangbo.

Ada staf yang datang mengataan ada surat dari Chilpae, yaitu dari Jang Gak. Hwangbo pun bergegas keluar. Sementara itu Le Won Hee masih menggerutu karena ia merasa tidak puas pada perintah Hwangbo. Chae Ok meminta maaf padanya. Lee Won Hee mengatakan tidak mengapa, karena yang penting baginya adalah bagaimana menangkap penjahat.

***

z22 z23

Hwangbo menyamar dengan mengenakan pakaian biasa dan menunggu seseorang di sebuah jembatan. Lalu muncul seorang yang pekerja yang mendekatinya. Ia berterima kasih karena Hwangbo bersedia menemuinya. Hwangbo mengatakan lebih baik mereka bertemu di sini, karena jika ia datang ke kantor akan menarik perhatian. Hwangbo menanyakan apa yang ingin ia sampaikan.

Jang Gak mengatakan bahwa sesuai perintah, ia telah menjadi memimpin gerombolan pencuri dan mereka telah beraksi di Chilpae. Hwangbo menanyakan tentang uang palsu. Jang Gak melaporkan kelompok pengedar uang palsu mendapat 3 nyang uang palsu jika ditukar dengan 1 nyang uang asli. Namun jika mereka (bukan pengedar uang palsu) menukar, maka mereka hanya mendapat 2 nyang uang palsu untuk satu keping uang asli. Hal itu membuat gerombolan pencuri sangat bersemangat.

z24

Hwangbo bertanya apakah ia telah bisa menyelundup masuk ke dalam komplotan pengedar uang palsu?

“Mereka mengecek 3-4 kali sebelum membuat kesepakatan. Sampai mreka sepakat, kami tidak bisa mencapai mereka,” jelas Jang Gak.

Hwangbo mengatakan bahwa Chilpae telah menjadi surga bagi para pencuri dan pengedar uang palsu dan kejahatan mereka akan semakin merajalela.

***

Hwangbo berdiskusi dengan para staf polisi yang lain. Ia mengatakan bahwa Jang Gak akan langsung melakukan transaksi uang palsu, dengan begitu, secara cepat gerombolan pengedar uang palsu akan terungkap. Lee Won Hee bertanya haruskah mereka memberitahu para komandan senior?

z25 z26

Hwangbo mengatakan bahwa kejahatan uang palsu adalah kejahatan besar dan sangat membahayakan nagara. Jika mereka mengatakan ini, bukan saja membuat pihak kerajaan kalang kabut, namun juga akan membuat para pengedar uang palsu akan menghilang tanpa jejak. Hwangbo memilih menangani misi ini semua secara diam-diam. Jika waktunya sudah tepat, ia berjanji akan memberitahu atasannya dan ia bertanggung jawab atas keputusannya ini.

Seorang polisi datang, memberitahu ada pertandingan gyeokgu antara Biro Polisi Bagian Kanan vs Biro Polisi Bagian kiri.

z27

Hwangbo memerintahkan Lee Won Hee dan Polisi Ahn untuk bergegas. Ia juga menyuruh Chae Ok untuk ikut karena Hwangbo sedang tidak fit dan tidak bersemangat mengekitu pertandingan. Polisi Baek diminta mengepalai tim mereka.

z28 z29

Tiba di lapangan yang ramai. Para pria menabuh genderang dan para wanita berlari. Peserta lomba pun bersiap. Pertandingan ini seperti perpaduan sepak bola dengan pacuan kuda. Ada bola yang harus mereka masukkan ke dalam gawang, namun bolanya dikejar dari atas kuda dan digiring dengan menggunakan tongkat pemukul.

Skor sementara: Biro Polisi Kanan 75 point, Biro Polisi Kiri 15 poin

z31 z30

Dan tiba waktu break. Polisi Ahn memarahi timnya yang tidak berhasil memasukkan bola. Ia mengatakan seumur hidupnya tidak pernah kalah dari Biro Polisi Kanan. Dan jika dalam pertandingan ini mereka sampai kalah,ia berjanji akan membuat hidup anak buahnya bagai di neraka. 😀

z32 z42

Lee Won Hee hadir dengan kepala bercucuran darah karena terluka akibat permainan dan ia tidak bisa melanjutkan permainan. Hal itu membuat Polisi Ahn semakin marah dan bingung karena harus mencari pemain pengganti. Matanya tiba-tiba tertuju pada Chae Ok yang tengah berdiri di pinggir lapangan, dan ia pun mendapat ide.

z43 z45

Pertandingan kembali dimulai. Chae Ok turut bermain untuk menggantikan Lee Won Hee. Begitu ia masuk ke lapangan, skor mulai berubah karena ia berhasil memasukkan bola. Ia sangat lincah dan gesit.

Rupanya itu diperhatikan oleh Komandan Biro Polisi Bagian Kanan (Komandan Joh). Ia merasa belum pernah melihat Chae Ok dan bertanya siapa dia. Salah satu stafnya menjawab bahwa gadis itu adalah Chae Ok, penyaji teh di polisi kiri. Ia tampak terkejut ketika mengetahui bahwa Chae Ok adalah seorang gadis.

z46 z47

Komandan Joh mendatangi Chae Ok yang sedang minum dan menamparnya. Polisi Baek merasa terkejut dan bertanya mengapa Komandan Joh melakukan itu.

Komandan bertanya siapakah orang ini, dan polisis Baek berbohong mengatakan bahwa ia adalah staf dari kesatuannya di Biro Polisi BagianKiri. Komandan Joh bertanya lagi, apakah itu berarti bahwa orang ini adalah staf? Polisi Baek tergagap menjelaskan bahwa salah satu timnya cedera dan ia hanya sebagai pemain pengganti.

z48 z49

Komandan Joh mengangkat dagu Chae Ok dengan tongkatnya, dan bertanya apakah penyaji teh di Biro Polisi Bagian Kiri diajarkan bermain gyekgu. Chae Ok mengaku bahwa ia pernah mendengar pertandingan gyekgu digunakan untuk melatih para tentara.

Namun ia tidak pernah mendengar ada hukum yang menyebutkan bahwa pertandingan gyekgu hanya boleh dimainkan atau diikuti oleh para bangsawan. Penjelasan Chae Ok membuat Komandan Joh semakin marah.

z51 z52

“Hamba adalah bagian dari keluarga Biro Polisi Bagian Kiri. Jika Tuan yang berada di posisi hamba, maka apa yang akan tuan lakukan? Haruskah hamba menolak perintah dari atasan?”

Cha Ok melanjutkan..

“Hamba pikir, bukanlah sesuatu yang memalukan ketika melakukan perintah dari atasan.”

z53

“Kata siapa bahwa pedang seorang prajurit bisa digantikan dengan pisau dapur? Kau benar benar melakukan kesalahan, cepat berlutut dan meminta maaf!” kata Komandan Joh, berang.

Polisi Baek pun meminta maaf atas kesalahannya. Ia mengatakan bahwa bukan Chae Ok yang salah, namun ia sendiri yang meminta Chae Ok ikut bertanding. Namun permintaan maaf dari Polisi Baek tidak digubris

Komandan tetap memerintahkan Chae Ok untuk berlutut untuk meminta maaf, dan Chae Ok tetap bersikukuh bahwa ia tidak salah dan tidak mau berlutut.

Komandan menghunus pedannya, namun tangannya dicekal oleh Lee Won Hee yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Lee mengejek alangkah memalukannya mengangkat pedang untuk menganiaya seorang gadis. Mereka pun ribut. Lee memukul asisten komandan dan perkelahian pun tak terelakkan. Biro Polisi Bagian Kanan dan Biro Polisi Bagian Kiri benar-benar adu jotos, dan Chae Ok terlihat panik. Komandan berteriak-teriak meminta mereka semua berhenti. [Bersambung ke part 2]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s