[Recap] Damo, Awal Adalah Akhir…

Damo

Profile

  • Drama: Damo: The Legendary Police Woman / Damo: The Undercover Lady Detective
  • Revised romanization: Damo
  • Hangul: 다모
  • Director: Lee Jae-Kyu
  • Assistant Director: Kang Dae-Sun
  • Writer: Jung Hyung-Soo
  • Network: MBC
  • Episodes: 14
  • Release Date: July 28 – September 9, 2003
  • Runtime: Mon. & Tues. 21:55
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Credit: Asianwiki

d38 D4

Damo  dimulai dengan gambar-gambar yang sangat indah. Hari yang cerah, pepohonan menghijau dan air sungai mengalir tenang. Tampak cahaya matahari menerobos masuk ke dalam hutan bambu…

d1 d2

Namun, di hari cerah itu, Chae Ok (Ha Ji Won) dan Kang Seong-Baek (Kim Min Jung) tengah bertarung sengit. Keduanya saling menyerang dan berusaha saling menghabisi. Ketika sedikit lengah, Chae Ok berhasil melukai pangkal lengannya. Darah pun bercucuran.

d7 d8

Chae Ok bertanya mengapa ingin membunuhnya. Dengan wajah dingin menjawab bahwa ia telah membunuh Chae Ok. Chae Ok terdiam mendengar jawaban itu.

Tapi tak lama kemudian, perhatiannya teralih pada suara kaki kuda yang berlari kencang. Ia menyadari ada pasukan kerajaan yang mengejar mereka. Seong Baek segera menaiki kudanya dan berusaha melarikan diri, sementara Cha Ok terdiam terpaku di tempatnya.

d9 d10

Pasukan kerajaan menghujani Seong Baek dengan anak panah, namun ia tidak juga menghentikan kudanya. Sejenak, di pelupuk matanya terbayang seorang gadis kecil yang menangis di tepi pantai, seorang pria yang bunuh diri, juga seorang pemuda belia yang dikejar oleh pasukan berkuda.

d36 d37

Satu anak panah berhasil mengenai punggungnya dan ia pun terjatuh. Namun Seong-Baek tidak menyerah, ia terus berlari hingga akhirnya terkepung di tengah-tengah padang rumput.

d12 d13

“Menyerahlah, tidak ada jalan lagi bagimu. Di depan sana hanya ada tebing,” seru pasukan kerajaan.

Terdengar narasi dari Seong Baek, “Bila seseorang telah melangkah, lalu ada 2 orang yang mengikutinya, dan kemudian banyak orang mengikutinya, maka lambat laun akan tercipta sebuah jalan. Di dunia yang busuk ini, segala hal telah aku lakukan untuk merintis sebuah jalan baru.”

d14 d15

Seong Baek sampai di depan tebing dan dikepung..

“Jangan bodoh, jalan yang kau ciptakan itu adalah tebing yang mengantarmu pada kematian,” seru pasukan kerajaan lagi.

d16 d17

“Kau salah. Walaupun tubuhku harus terbakar hari ini, namun setelah aku mati, akan ada banyak orang yang akan melangkah di jalan ini. Suatu hari, darah dan jiwa mereka akan memenuhi lembah dan sungai. Dan sebuah jalan yang baru…sebuah dunia baru… akan terbuka. Meskipun aku harus mati hari ini, sesungguhnya aku tidak benar-benar mati.”

d18 d19

Namun Seong Baek tiba-tiba tampak lemah, ia menyebut nama Jae Hui sambil tertunduk sedih.

Ia menantang pasukan tersebut untuk segera membunuhnya. Namun tiba-tiba Chae Ok muncul di hadapannya.

d31 d32

“Bila aku tidak membunuh Seok-Baek dengan pedangku sendiri, maka aku akan merasa sangat menyesal. Aku akan membunuhmu, tak peduli apapun yang terjadi” ucap Chae Ok.

d33

Mereka pun kembali bertarung sengit…

D34 D35

Pertempuran mereka yang sempat terhenti pun akhirnya berlanjut kembali. Ketika pedang beradu, mata mereka saling menatap….

—-

Bisa dibilang bagian ini adalah prolog. Karena setelah adegan ini, maka kita akan disuguhi setting waktu dan tempat yang lain. Saya menuliskan prolog ini secara terpisah karena sangat menyukai pengambilan adegannya. Latar belakang hutan ini benar-benar indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s