The Best Drama: King 2 Hearts

Ha ji won k2h

King 2 Hearts

Mengapa King 2 Hearts saya nobatkan sebagai drama terbaik, padahal rating drama ini tidak sementereng drama-drama Ha Ji Won yang lain? Apakah karena ada si charming Lee Seung Gi? Apakah karena Ha Ji Won begitu cantik dan menjelma menjadi Ratu? Apakah karena akting-akting mereka yang menawan?

Bukan. Saya mencintai drama ini karena saya mencintai perdamaian.

Bagi penstudi Hubungan Internasional, mempelajari hubungan antar bangsa- antar negara merupakan ‘makanan pokok’ yang harus dinikmati sehari-hari. Mengapa negara-negara ini bersahabat, berkonflik, atau berperang? Mengapa mereka mengayakan nuklir? Mengapa mereka memproduksi senjata canggih? Mengapa mereka saling mengancam untuk menyerang, bukan hidup berdampingan dengan damai? Jika kita mempelajari hal ini, maka suatu saat, kita akan sampai pada konflik Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel), dua negara dari rahim yang sama, namun kini telah terpisah.

Ketika pertama kali saya menyaksikan drama ini, saya melihat ada penggabungan unsur-unsur fiktif, real, dan hope yang realistis dan mendidik. Ucapan terimakasih pertama kali tentu harus saya berikan pada Scriptwriter-nya (SW-nim), yang sepertinya telah melakukan riset mendalam sebelum drama ini dibuat, sehingga ia mampu menyampaikan pesan-pesan dengan sangat baik. Mari kita review drama ini.

**

Episode I – Bagi yang belum menonton drama ini, bisa membaca sinopsisnya di Kdramatized [1]

Fiktif vs Real

Korea Selatan dalam King 2 Hearts berbentuk Monarki Konstitusional, yaitu sebuah negara yang mempunyai Raja sebagai Kepala Negara, dan memiliki Perdana Menteri selaku Kepala Pemerintahan. Seperti di kerajaan-kerajaan lain, Raja-Raja Korea adalah sebuah tahta yang diwariskan secara turun temurun, sedangkan Perdana Menteri dan anggota Parlemen dipilih melalui pemilihan umum. Bagian ini merupakan fiksi belaka, karena pada kenyataannya, Korea Selatan adalah negara berbentuk Republik.

Real vs Real

Hubungan Korsel dan Korut yang diliputi ketegangan adalah real. Dulunya mereka satu, namun terbagi dua pasca Perang Dunia II. Selain memiliki perbedaan ideologi yang sangat mencolok, kondisi kedua negara ini juga sangat bertolak belakang. Korut begitu tertutup, sedangkan Korsel tidak.

Hope

Nah, di drama King 2 Hearts, saya perhatikan unsur yang paling banyak dituangkan dalam cerita adalah hope. Sekali lagi, karena saya mencintai perdamaian, saya mengerti mengapa SW-nim memiliki hope yang begitu menyentuh.

Di episode pertama, kita melihat Raja Korsel selaku Kepala Negara menjadi inisiatif untuk melakukan kerjasama dengan Korut. Harapannya, kerjasama ini merupakan langkah awal yang baik bagi hubungan kedua Korea. Ketika kita akan menempuh perjalanan panjang, maka langkah yang paling penting adalah langkah pertama, yaitu ketika kita memutuskan untuk berani melangkah/ mengambil keputusan.

Melalui drama ini, SW-nim berharap ada tokoh penting yang dihormati, disegani, atau memiliki kekuasaan di Korsel, yang melakukan sesuatu untuk memperbaiki hubungan Korsel-Korut. Tapi SW-nim menyadari, bahkan adik Raja pun awalnya menentang untuk menjadi bagian dari kerjasama ini. Artinya, di dalam masyarakat Korsel sendiri ada banyak penentangan atas gagasan ‘Korea Bekerjasama’. Namun walau demikian, setidaknya gagasan ini harus diusahakan, dan harus ditempuh dengan niat yang tulus, bukan untuk keuntungan pribadi ataupun politis.

3 Perwira Korut dalam perjalanan menuju Korsel. Foto: cicilalalang.blogspot.com

3 Perwira Korut dalam perjalanan menuju Korsel. Foto: cicilalalang.blogspot.com

Di lain pihak, melihat akhirnya ada 3 perwira Korut yang datang ke Korsel, saya menyimpulkan bahwa SW-nim juga berharap agar Korut menyambut baik ajakan Korsel untuk bekerjasama. Ibaratnya, gayung bersambut, dan cinta tidak bertepuk sebelah tangan.

Mungkinkah kedua Korea kembali bersatu? SW-nim menyadari ini adalah hal yang sangat sulit. Maka hope-nya pun realistis yaitu Korea Berdamai, bukan Korea Bersatu. Saat ini kedua Korea berstatus gencatan senjata. Artinya, kapan saja gencatan senjata itu dilanggar, maka perang sewaktu-waktu bisa terjadi. Di negara Timur Tengah misalnya, Suriah dan Israel juga berstatus gencatan senjata. Kedua negara ini meski bertetangga, tetapi tidak memiliki hubungan diplomatik. Perbatasannya dijaga ketat oleh PBB, dan secara langsung maupun proxy, Suriah dan Israel sering terlibat bentrokan selama masa gencatan senjata ini.

Kita bayangkan hal ini terjadi di Indonesia. Punya tetangga yang selalu mengancam meledakkan nuklir, menciptakan huru-hara di perbatasan, atau menghujani roket pada saat-saat penting, apakah hidup kita tenang? Tidak ada yang tahu, kapan roket itu jatuh di atap rumah. Israel walau memiliki sistem pertahanan Iron Dome (Kubah Besi) yang canggih, namun tetap saja ada roket yang berhasil lolos dan menghantam wilayahnya. Walau beraktivitas dengan normal, saya yakin kita akan dihantui rasa was-was.

Namun bagi negara-negara yang berdamai dan bertetangga, hal di atas mungkin tidak akan terjadi. Walau kita sering terlibat masalah dengan Malaysia, tetapi pernahkah di masa kini, Malaysia mengebom infrastruktur kita? Tidak pernah. Kita hanya cekcok sebatas kata-kata, yang diselesaikan dengan jalur diplomatik, bukan militer.

Kembali kepada Korut dan Korsel. Dalam drama ini, SW-nim mengharapkan sebuah langkah strategis yang didasari niat tulus. Ini bisa kita tangkap dari dialog antara Raja Jae Kang dengan adiknya, Pangeran Jae Ha. Raja adalah sosok kharismatik, berdedikasi tinggi, dan memiliki pandangan jauh ke depan. Dengan mengirim adiknya sendiri dalam kerjasama ini, tidak diragukan lagi bahwa Raja benar-benar tulus.

Mengapa kerjasama yang ditampilkan di sini adalah kerjasama militer, bukan kerjasama ekonomi, budaya, atau sains? []

[1] Saya menemukan blog Kdramatized saat sedang googling tentang Korea dan langsung jatuh hati pada sinopsis drama ini. Akhirnya saya download dan menyaksikan sendiri. Mba Fanny, gomawo telah menulis dengan sangat keren.

To be Continued

Advertisements

2 thoughts on “The Best Drama: King 2 Hearts

  1. Pingback: The Best Drama: King 2 Hearts (2) | Perempuan Desa

  2. Pingback: The Best Drama: King 2 Hearts (4) | Perempuan Desa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s